Pengertian Puasa Secara Istilah

Pengertian Puasa Secara Istilah

Pengertian Puasa Secara Istilah: Panduan Lengkap

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang di Sarungan.net – destinasi online tepercaya untuk informasi dan inspirasi seputar dunia Islam. Kali ini, kita akan membahas secara mendalam tentang puasa, salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam.

Definisi Puasa Secara Umum

Dalam bahasa Arab, puasa disebut "shaum" (صَوْم), yang secara harfiah berarti "menahan diri". Secara umum, puasa diartikan sebagai menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu lainnya selama periode waktu tertentu.

Definisi Puasa Secara Istilah

Menurut syariat Islam, puasa secara istilah didefinisikan sebagai:

Menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan disertai niat.

Dengan kata lain, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, merokok, dan berhubungan intim.

Rukun Puasa

Rukun puasa adalah syarat sahnya puasa, yaitu:

  • Niat
  • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
  • Dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari
Baca Juga :  Pengertian Kebangsaan: Definisi, Unsur, dan Pentingnya

Syarat Puasa

Agar puasa sah, harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya:

  • Beragama Islam
  • Baligh
  • Berakal sehat
  • Tidak sedang haid atau nifas
  • Mampu menahan lapar dan haus

Hikmah Puasa

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat, baik secara spiritual maupun jasmani, di antaranya:

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Melatih kesabaran dan menahan diri
  • Menyehatkan tubuh dengan mengeluarkan racun
  • Membersihkan jiwa dari dosa-dosa kecil

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain:

  • Makan dan minum
  • Merokok
  • Berhubungan intim
  • Muntah dengan sengaja
  • Keluar air mani karena berhubungan intim atau onani

Tabel Ringkasan Pengertian Puasa Secara Istilah

| Aspek | Definisi |
|—|—|—|
| Arti Bahasa | Menahan Diri |
| Definisi Istilah | Menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya |
| Rukun | Niat, menahan diri, dari terbit fajar hingga terbenam matahari |
| Syarat | Beragama Islam, baligh, berakal, tidak haid/nifas, mampu menahan lapar dan haus |
| Hikmah | Mendekatkan diri pada Allah, melatih kesabaran, menyehatkan tubuh |
| Hal yang Membatalkan | Makan dan minum, merokok, berhubungan intim, muntah dengan sengaja, keluar mani |

Penutup

Demikian penjelasan lengkap tentang pengertian puasa secara istilah, rukun, syarat, hikmah, dan hal-hal yang membatalkannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas ibadah puasa kita.

Jangan lupa untuk mengunjungi artikel-artikel menarik lainnya di Sarungan.net, seperti:

  • Cara Meningkatkan Kualitas Puasa
  • Tips Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa
  • Hikmah Puasa Bagi Kehidupan Manusia

Terima kasih telah membaca. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

FAQ tentang Pengertian Puasa Secara Istilah

1. Apa itu puasa?

Puasa artinya menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan intim sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

2. Apa tujuan puasa?

Puasa bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, dan membersihkan jiwa dan raga.

3. Kapan waktu puasa?

Waktu puasa tergantung pada jenis puasanya. Untuk puasa Ramadan, dilakukan selama bulan Ramadan. Sedangkan puasa sunah bisa dilakukan pada hari-hari tertentu, seperti Senin dan Kamis.

4. Siapa saja yang wajib berpuasa?

Wajib berpuasa bagi umat Islam yang memenuhi syarat, yaitu: baligh, berakal sehat, dan mampu secara fisik.

5. Apa saja syarat sah puasa?

Syarat sah puasa ada dua, yaitu: niat yang dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

6. Apa saja hal-hal yang membatalkan puasa?

Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain: makan, minum, muntah dengan sengaja, berhubungan intim, haid atau nifas, dan mengeluarkan air mani.

7. Bagaimana hukum puasa bagi orang sakit?

Orang sakit diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain.

8. Bagaimana hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil dan menyusui diperbolehkan tidak berpuasa jika khawatir akan membahayakan kesehatan mereka dan bayi.

9. Apa manfaat puasa?

Puasa memiliki banyak manfaat, antara lain: melatih disiplin diri, mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

10. Bagaimana sikap yang baik selama berpuasa?

Sikap yang baik selama berpuasa adalah menahan diri dari perbuatan tercela, memperbanyak ibadah, dan menjaga kesabaran.

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *