Pengertian Dbd Menurut Depkes

Pengertian Dbd Menurut Depkes

Pengertian Dbd Menurut Depkes

Halo Sarungan.net – DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Memahami pengertian DBD menurut Depkes (Kementerian Kesehatan) sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan dini.

Definisi DBD Menurut Depkes

Menurut Depkes, DBD adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi virus dengue. Virus ini menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta munculnya ruam kulit.

Penyebab DBD

Penyebab Utama:

  • Gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi virus dengue. Virus ini berkembang biak di air yang tergenang, seperti bak mandi, vas bunga, dan ban bekas.

Faktor Risiko:

  • Lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat.
  • Cuaca yang hangat dan lembab.
  • Populasi nyamuk yang tinggi.
  • Kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala DBD

Gejala DBD biasanya muncul setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Demam tinggi mendadak hingga 40 derajat Celcius.
  • Sakit kepala hebat.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam kulit yang khas.
  • Pendarahan ringan pada hidung, gusi, atau kulit.
Baca Juga :  Pengertian Berpikir Sinkronik

Komplikasi DBD

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

DBD dengan Tanda Bahaya:

  • Nyeri perut hebat dan terus-menerus.
  • Muntah terus-menerus.
  • Pendarahan hebat.
  • Letargi atau penurunan kesadaran.

Sindrom Renjatan Dengue (DSS):

  • Tekanan darah sangat rendah.
  • Nadi lemah dan cepat.
  • Kulit pucat dan dingin.
  • Kesulitan bernapas.

Pencegahan DBD

Pencegahan DBD sangat penting untuk menjaga kesehatan diri dan masyarakat. Depkes merekomendasikan beberapa langkah pencegahan, seperti:

  • Membersihkan tempat penampungan air secara teratur.
  • Menggunakan obat nyamuk dan kelambu.
  • Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang saat berada di luar ruangan.
  • Melakukan vaksinasi DBD.

Pengobatan DBD

Pengobatan DBD bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk menurunkan demam, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kadar trombosit. Dalam kasus yang parah, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus dan perawatan intensif.

Tabel Stadium Klinis DBD

Stadium Klinis Gejala
Demam Tidak Berdarah (DBD-I) Demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah
Demam Berdarah (DBD-II) Demam, tanda perdarahan ringan, nyeri perut, muntah
Demam Berdarah dengan Tanda Bahaya (DBD-III) Demam, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tanda perdarahan hebat
Sindrom Renjatan Dengue (DSS) Demam, tekanan darah sangat rendah, nadi lemah dan cepat, kesulitan bernapas

Kesimpulan

Memahami pengertian DBD menurut Depkes sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan dini. Dengan menjaga lingkungan yang bersih, mencegah gigitan nyamuk, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala DBD, kita dapat mengurangi risiko infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya di Sarungan.net. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda menjaga kesehatan.

Baca Juga :  Pengertian Fefo: Panduan Lengkap untuk Pengelolaan Stok yang Efisien

FAQ tentang Pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Depkes

Apa itu DBD?

DBD adalah penyakit infeksi akut yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue.

Apa gejala DBD?

Gejala DBD meliputi: demam tinggi mendadak, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, mual, muntah, dan ruam.

Bagaimana cara menularkan DBD?

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus dengue. Nyamuk ini biasanya menggigit pada pagi dan sore hari.

Apa penyebab DBD?

DBD disebabkan oleh virus dengue yang terdapat dalam air liur nyamuk Aedes aegypti. Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Siapa yang berisiko terkena DBD?

Semua orang berisiko terkena DBD, tetapi orang yang tinggal di daerah tropis dan subtropis berisiko lebih tinggi karena banyaknya nyamuk Aedes aegypti di daerah tersebut.

Bagaimana cara mencegah DBD?

Cara mencegah DBD adalah dengan:

  • Menguras tempat penampungan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Menggunakan obat anti nyamuk.

Bagaimana cara mengobati DBD?

Pengobatan DBD adalah dengan:

  • Istirahat yang cukup.
  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat penurun demam dan nyeri.
  • Mendapatkan transfusi darah jika terjadi perdarahan parah.

Kapan harus ke dokter?

Segera ke dokter jika mengalami gejala DBD, terutama jika demam tidak kunjung turun dalam 2-3 hari.

Apakah DBD bisa dicegah dengan vaksin?

Saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk mencegah DBD. Namun, terdapat vaksin yang dapat mengurangi risiko keparahan penyakit.

Apakah DBD bisa sembuh total?

Sebagian besar kasus DBD dapat sembuh total dengan pengobatan yang tepat. Namun, beberapa kasus DBD dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih parah yang mengancam jiwa.

Baca Juga :  Pengertian Prik: Panduan Lengkap tentang Istilah yang Sering Digunakan

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *